ALL MEN BY NATURE DESIRE TO KNOW


Semua manusia pada dasarnya memiliki kodrat untuk mengetahui. Aristoteles cukup briliant dengan memasukkan kalimat tersebut sebagai pintu masuk yang menghantar pembaca kepada kedalaman karyanya, Metaphysics. Beberapa pertanyaan yang bisa diajukan untuk mengetahui seberapa besar kebenaran yang digaungkan dalam kalimat tersebut, antara lain, “Siapa yang sebenanya dimaksud dengan manusia?” Manusia adalah semua orang tanpa kecuali, yang karena kelahirannya membawa serta anugerah akal budi, hati nurani, dan kehendak bebas. Anugerah inilah yang membuat keberadaan manusia lebih agung dibanding dengan mahkluk yang lain. Yang patut dicatat disini adalah melalui anugerah akal budi, manusia mempunyai daya untuk mencipta, berkarya, bertahan hidup, dan bahkan merubah peradaban. Bisa dibayangkan bagaimana jadinya peradaban manusia jika semua manusia tenggelam dalam kemacetan dan/atau kematian berpikir. Taruhlah contoh proses perpindahan dari mitos ke logos. Pada jaman dimana mitos begitu diagungkan, disakralkan, dan diyakini sebagai satu-satunya kebenaran mutlak. Pada saat itu pula pencarian akal budi (=aktivitas berpikir) mengalami titik henti. Dan, kegiatan akal budi hanya dimungkinkan untuk menghafal atau menelan mentah-mentah kisah-kisah mitos yang ada. Berbeda halnya dengan jaman dimana logos dijunjung tinggi dan pencarian akal budi dianggap sebagai sesuatu yang mutlak perlu. Pada saat itu juga kebenaran-kebenaran akan bermunculan. Dan, pada akhirnya buah-buah dari kebenaran tersebutlah yang akan memengaruhi peradaban.

Lalu, “Apa yang menggerakkan manusia untuk melakukan pencarian?” Satu-satunya jawaban atas pertanyaan ini adalah rasa ingin tahu/keingintahuan. “Keingintahuan tentang apa? Keingintahuan tentang segala hal yang menjadi realitas hidup manusia. keingintahuan akan apa yang sebenarnya dan apa yang seharusnya. Keingintahuan inilah yang menjadi roh penggerak, penyemangat mereka untuk tidak pernah berhenti mencari. Dan, tahap selanjutnya dari pencarian ini adalah penemuan. Namun, selama realitas hidup manusia masih menunjukkan geliatnya, pencarian dan penemuan tersebut masih akan terus berlanjut, tidak akan pernah selesai.

Pertanyaan selanjutnya yang patut pula diajukan adalah, “Mengapa manusia ingin tahu?” Yang pasti karena kodatnya untuk ingin tahu/mengetahui. Seperti yang telah ditulis diatas, kelahiran manusia membawa serta anugerah istimewa, yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. Dalam bahasan ini, anugerah tersebut adalah akal budi. Nah, anugerah inilah yang bisa disebut sebagai kodrat (tapi bukan satu-satunya kodrat). Setiap manusia memilikinya dan tidak bisa memungkirinya. Kodrat ini akan terbawa terus sampa mati. Pemungkian atas kodrat ini sama saja dengan penyangkalan akan keberadaan manusia. kodrat tersebut akan “memaksa” manusia untuk terus bertanya, dan mencari jawab atas pertanyaannya. “Bertanya tentang apa?” Bertanya tentang apa saja yang menjadi kegelisahan hidup manusia. Term kegelisahan disini bisa berarti kerinduan akan kebenaran dan/atau kebijaksanaan. Sebagai konsekuensinya, manusia tidak akan pernah tenang jika kerinduan tersebut tidak tepuaskan. Taruhlah contoh pengalaman anak kecil yang baru pertama kali melihat pesawat terbang. Dalam dirinya, pastilah ia akan mengajukan serentetan pertanyaan seputar bagaimana dan mengapa sebuah pesawat bisa terbang sepeti burung di udara. Dan, ia tidak akan pernah berhenti bertanya sampai pertanyaannya, apa yang menjadi kegelisahannya, terjawab. Dalam dunia pewayangan, kita kenal pula bagaimana pengalaman Brotoseno yang gelisah menemukan Tirta Perwita Sari. Dalam petualangannya, ia tidak henti untuk bertanya dan mencari, sekalipun seringkali terjadi ia menemui kebuntuan atau kegagalan. Namun, kerinduannya untuk mendapat Tirta Pewita Sari (=kebenaran, kebijaksanaan?!) menggerakkan semangatnya untuk terus mencari. Begitupun halnya dengan manusia yang merasa terpanggil untuk mengejar keingintahuannya tentang apa yang benar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s